GARUDA MERAH

"KAMI BUKAN PRAJURIT YANG HEBAT TETAPI KAMI ADALAH PRAJURIT YANG TERDIDIK DAN TERLATIH"

Selasa, 15 Maret 2016

TRADISI PEMBARETAN PRAJURIT YONIF 403/WP

Sleman (11/03/2016).   Pembaretan adalah bagian dari sisi keprajuritan Tentara Nasional Indonesia yang memang terkait dengan sejarah perjalanan bangsa Indonesia sendiri. Semua itu dimaksudkan agar para prajurit baru dapat memahami betapa berharga dan sucinya pengabdian kepada ibu pertiwi yang seringkali berujung kepada nyawa yang menjadi taruhannya. Simaklah di Yonif 403/WP, walaupun Prajurit Yonif 403/WP telah mendapat baret di kecabangan infanteri namun apabila prajurit tersebut masuk di Yonif 403/WP, statuan Yonif 403/WP memiliki tradisi dan karakteristik tersendiri dalam berbagai hal yang berbeda dengan satuan asalnya maka tradisi pembaretan dan pemasangan Brevet Infanteri tetaplah sakral bagi seorang prajurit Yonif 403/WP. Karena untuk mendapatkan baret dan brevet kebanggaan perlu minimal 3 – 5 bulan menempuh pendidikan kecabangan infanteri untuk memiliki skill dan kemampuan yang memang seperti diakui oleh tentara asing SAMPAI BATAS PUNCAK atau bisa dikatakan SADIS ! Di kecabangan Infanteri, prajurit akan mengalami apa yang disebut dengan Dopper. Belum tentu juga Tentara luar negeri seperti Malaysia, Singapoera, Thailand, USA, dll berani mengikuti latihan Dopper seperti yang dilaksanakan oleh Pasukan TNI.

Biasanya setelah tradisi pembaretan maka diadakan tradisi pengenalan satuan. Disini para prajurit baru dikenalkan kepada kehidupan batalyon / satuan dan senior. Sebenarnya keras itu perlu untuk menempa mental prajurit namun kekerasan yang berlebihan justru berbahaya. Sikap yang keras (bukan kaku) perlu dari seorang pelatih dalam latihan agar prajurit dapat mengerti dan cepat menguasai skill yang diperlukannya. Sikap keras seorang komandan regu, peleton, kompi sangat perlu dalam pertempuran agar motovasi prajuritnya tidak drop.

Tiap satuan di TNI itu unik. Mereka punya sesanti, lambang dan keterkaitan sejarah (legenda) bangsa Indonesia. Satu - satunya organisasi tentara profesional yang mempunyai hal seperti itu di dunia adalah TNI. Multi kultur bangsa Indonesia menyebabkan satuan tempur nya memiliki gerak dan tradisi khas satuan yang beragam.

Sebanyak 59 prajurit Yonif 403/WP pada hari Jum’at tanggal 11 Maret 2015, menyelenggarakan pembaretan bagi yang baru masuk satuan Yonif 403/WP. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap corp infanteri dan semangat nasionalisme serta Pembaretan merupakan bentuk tradisi Koprs Infanteri sebagai implemetasi pembinaan yang memiliki aspek kultural. Pembaretan merupakan momentum penting serta memiliki nilai historis bagi prajurit infanteri.

Jarak yang ditempuh prajurit Yonif 403/WP pada acara tradisi pembaretan tersebut sekitar 40 km dengan beban ransel seberat 5,5 kg, senjata SS1 V1, Helm tempur 3 in 1 serta perlengkapan lainnya yang berada di pinggang. Jarak tersebut dibagi menjadi 4 etape yang harus dilalui oleh prajurit. Setiap etape diperkirakan berjarak 10 km. Adapun Tempat yang dilalui peserta pembaretan Prajurit Yonif 403/WP antara lain sebagai berikut :

1.        Goa Selarong.
Goa Selarong adalah gua bermuatan sejarah yang berlokasi di Dukuh Kembangputihan, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta. Gua yang terbentuk di perbukitan batu padas ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825-1830) melawan tentara Hindia Belanda. Pangeran Diponegoro pindah ke gua ini setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar habis oleh Belanda.
Selarong sendiri merupakan desa strategis yang terletak di kaki bukit kapur, berjarak sekitar enam pal (sekitar 9 km) dari kota Yogyakarta. Setelah Peristiwa di Tegalrejo sampai ke Kraton, banyak kaum bangsawan yang meninggalkan istana dan bergabung dengan Pangeran Diponegoro. Mereka adalah anak cucu dari Sultan Hamengkubuwono I, II, dan III yang berjumlah tidak kurang dari 77 orang dan ditambah pengikutnya. Dengan demikian pada akhir Juli 1825 di Selarong telah berkumpul bangsawan-bangsawan yang nantinya menjadi panglima dalam pasukan Pangeran Diponegoro. Mereka adalah Pangeran Mangkubumi, Pangeran Adinegoro, Pangeran Panular, Adiwinoto Suryodipuro, Blitar, Kyai Mojo, Pangeran Ronggo, Ngabei Mangunharjo, dan Pangeran Surenglogo.

2.        Monumen Soeharto
Museum Soeharto adalah adalah bangunan bersejarah berbentuk museum yang menyimpan memori dan peninggalan - peninggalan Jenderal Besar TNI Soeharto yang diresmikan pada tahun 2013. Museum ini berdiri di atas tanah milik Soeharto yang terletak di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

3.        Kompi Senapan C Yonif 403/WP
Kipan C Yonif 403/WP merupakan bagian dari Yonif 403/WP yang keberadaan di Demak Ijo, Sleman. Kipan C adalah kompi terpisah dari Yonif 403/WP.

4.        Monumen Diponegoro
Museum ini dibangun untuk memperingati kepahlawanan Pangeran Diponegoro atas jasanya melawan penjajahan Belanda di tanah Jawa memiliki koleksi sejumlah 195 buah termasuk beberapa peninggalan artefak yang berada di luar gedung seperti tempat wudhu, comboran (tempat minum kuda), yoni dan dinding berlubang (tembok jebol) yang merupakan jalan meloloskan diri Pangeran Diponegoro dari kepungan Belanda.
Sebagian besar Koleksi berupa peralatan perang di masa pra kemerdekaan seperti keris, tombak, pedang, cincin, subang, timang, bedhil, tameng, bandhil, perlengkapan kuda dan panah. Monumen ini merupakan bukti kegigihan Pangeran Diponegoro, seorang putra Sultan Hamengku Buwana III yang pada tahun 1825 - 1830 melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Dinding yang jebol merupakan artefak yang dapat Anda lihat di sana.
Dinding ini dijebol oleh sang pangeran dengan tangan kosong untuk meloloskan diri dari kepungan pasukan Belanda. Selain itu, Anda juga bisa melihat beragam koleksi seperti kereta, tempat makanan kuda, serta senjata yang pernah digunakan olehnya dan pasukannya.

5.        Benteng Vredeburg
Beteng Vredeburg adalah sebuah benteng yang terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia. Pada tanggal 7 Pebruari 1966 Beteng Vredebug merupakan markas Yonif 403/WP, sedangkan untuk kompi – kompinya berada di kentungan bekas asrama L yang telah dibubarkan.

6.        SMP N 4 Yogyakarta
Secara geografis, SMP 4 Yogyakartaterletak di tengah-tengah kota Yogyakarta dekat dengan pusat wisata budaya Kraton, 500 m dari pusat perdagangan Malioboro, dan dekat pusat pemerintahan Kota maupun Propinsi. Tepatnya terletak di jalan protokol (Jl. Hayam Wuruk 18 Yogyakarta). SMP N 4 Yogyakarta merupakan tempat dimana diresmikannya Yonif 403/WP. Yonif 403/WP merupakan Batalyon Infanteri C yang merupakan peleburan dari Yonif 437 di Purworejo, Yonif 438 di Yogyakarta, Yonif 445 di Surakarta dan Yonif 447 di Klaten. Pada tanggal 1 Agustus 1965, dalam suatu upacara di alun – alun SMP N 4 Yogyakarta diresmikanlah Yonif 403/WP.
  
7.        Yonif 403/WP
Yonif 403/WP merupakan satuan tempur yang berada di bawah Kodam IV/Diponegoro. Batalyon tersebut berada operasional Korem 072/Pamungkas. Markas Yonif 403/WP berada di Jalan Kaliurang km 6,5 kentungan.

Setelah tiba di Mako Yonif 403/WP, peserta tradisi pembaretan melaksanakan upacara penyematan Brivet Infanteri yang dipimpin langsung oleh Danyonif 403/WP Mayor Inf Muchlis Gasim, S.H., M.Si. Hadir dalam upacara tersebut Wadanyonif 403/WP Mayor Inf Yoga Yastinanda, Pa Staf Yonif 403/WP, Jajaran Danki Yonif 403/WP serta perwakilan prajurit Yonif 403/WP. Upacara tersebut dilaksanakan di depan tugu Yudha Bakti Yonif 403/WP.

Ditempat terpisah, selaku Komandan Latihan Pembaretan Kapten Inf Rajiko mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan tersebut seluruh peserta pembaretan melaksanakan kegiatan dengan penuh semangat kejuangan terbukti pada waktu di Monumen Soeharto, biarpun capek dan lelah mereka sangat antusias menyaksikan film documenter perjuanagan Bapak Soeharto. Tidak terlihat wajah lelah pada peserta pembaretan. Hal itu mereka lakukan dengan ikhlas dan suatu tradisi corps infanteri yang harus mereka tempuh agar bisa menjadi bagian dari Yonif 403/WP.

Acara tersebut berakhir sekitar pukul 02.20 WIB, kemudian dilanjutkan menuju ke kompi masing – masing untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya. (spr_ops 403).



Dokumentasi giat pembaretan Yonif 403/WP :



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar